Home » Latest News » Health » Bengkulun Satpol PP Conducts HIV/AIDS Screening for Personnel

Bengkulun Satpol PP Conducts HIV/AIDS Screening for Personnel

by Olivia Martinez
0 comments

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>>  Rabu (25/2/26), seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu mengikuti kegiatan skrining HIV/AIDS setelah apel pagi di kantor Dinas Satpol PP. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP, Sahat Marulitua Situmorang, dan dihadiri Staf Ahli Walikota Eddy Apriyanto, Sekretaris Satpol PP, para Kabid, Kasi, Danton, PTI, serta seluruh anggota, baik PNS maupun PPPK.

Dari total 247 personel, sekitar 80 persen hadir dalam apel pagi yang menjadi agenda rutin pengecekan kedisiplinan serta kehadiran anggota Satpol PP. Namun, apel kali ini berbeda karena digabungkan dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining HIV/AIDS, sebagai upaya pencegahan dan edukasi bagi internal jajaran Satpol PP.

Dalam arahannya, Sahat menekankan pentingnya setiap anggota memastikan diri bebas dari HIV maupun penyalahgunaan narkoba. “Minggu ini kita fokus skrining HIV, minggu depan narkoba. Saya tidak ingin ada anggota saya yang terpapar virus HIV atau menjadi pengguna narkoba,” tegas Sahat di hadapan peserta apel.

Kasat Pol PP juga menyinggung laporan masyarakat terkait perilaku tidak pantas salah satu anggotanya. Ia menjelaskan, apel kali ini sengaja digelar untuk memastikan kehadiran anggota yang bersangkutan. “Kalau yang dilaporkan tidak hadir, itu bisa menjadi indikasi kebenaran laporan warga. Dari situ, saya bisa menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya. Berdasarkan pengecekan kehadiran, anggota yang dimaksud tidak hadir pada apel pagi itu.

Terkait kasus HIV di Kota Bengkulu, data yang disampaikan menyebutkan jumlah warga yang terpapar mencapai 1.216 orang. Namun, tidak semuanya merupakan penduduk kota, karena beberapa pasien berasal dari luar kota maupun luar provinsi yang melakukan skrining di fasilitas kesehatan di Bengkulu.

Usai apel, Sahat menjadi yang pertama menjalani tes skrining HIV dan hasilnya negatif. Pemeriksaan kemudian berlanjut kepada pejabat struktural dan seluruh anggota Satpol PP secara bergiliran. Proses ini difasilitasi tenaga kesehatan dari puskesmas setempat yang hadir langsung di lokasi, memudahkan seluruh personel mengikuti pemeriksaan tanpa harus meninggalkan kantor.

Staf Ahli Walikota, Eddy Apriyanto, memberikan apresiasi terhadap langkah Satpol PP tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk menjaga kedisiplinan sekaligus kesehatan internal organisasi. “Ini merupakan skrining pertama di Satpol PP. Nantinya, skrining semacam ini bisa diperluas ke OPD lainnya, bahkan sampai ke kecamatan, kelurahan, dan sekolah-sekolah. Langkah Satpol PP patut dicontoh,” kata Eddy.

Kegiatan skrining ini diharapkan tidak hanya menjadi tindakan preventif, tetapi juga meningkatkan kesadaran pegawai pemerintah akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah risiko terpapar HIV maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja. Dengan langkah ini, Satpol PP ingin menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah lainnya dalam membangun budaya kerja yang sehat dan disiplin.

Langkah preventif seperti skrining kesehatan internal dianggap sangat penting, mengingat tugas Satpol PP yang sering bersinggungan langsung dengan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat upaya edukasi dan sosialisasi Satpol PP terkait bahaya HIV/AIDS di tengah masyarakat. Ke depan, pemerintah kota menargetkan program serupa bisa diterapkan secara berkesinambungan, memastikan seluruh aparatur tetap sehat dan produktif dalam melayani publik.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra 

Bengkulu City Public Safety Officers Undergo Mandatory HIV Screening Bengkulu City, Indonesia – In a proactive move to prioritize officer health and public safety, the Bengkulu City Public Safety Agency (Satpol PP) conducted mandatory HIV screenings for its personnel on Wednesday, February 25, 2026. The initiative, which included an initial health check during a morning assembly, underscores a growing emphasis on preventative healthcare within the city’s law enforcement agencies. Approximately 80% of the agency’s 247 personnel participated in the screening, which was held at the Satpol PP headquarters. The assembly was led by Head of Satpol PP, Sahat Marulitua Situmorang, and attended by key city officials including Eddy Apriyanto, Staff Expert to the Mayor. The screenings were facilitated by healthcare professionals from a local health center, making the process convenient for all staff. “This week we are focusing on HIV screening, and next week we will conduct drug testing,” stated Sahat Marulitua Situmorang. “I don’t aim for any of my officers to be exposed to HIV or become drug users.” The statement highlights the agency’s commitment to maintaining a healthy and disciplined workforce. The screenings come amid reports of misconduct within the agency, prompting Situmorang to use the assembly to verify the attendance of the officer in question. According to Situmorang, the officer in question was absent from the assembly, potentially corroborating the reports. As of February 25, 2026, data indicates that 1,216 residents of Bengkulu City have tested positive for HIV, though not all are permanent residents, with some patients receiving screening services while visiting from outside the region. This data underscores the importance of ongoing public health initiatives and preventative measures. Situmorang was the first to undergo the HIV screening, and his results were negative. The screenings then proceeded with agency officials and personnel in turn. City officials praised the initiative, with Eddy Apriyanto noting that it “reflects a commitment to maintaining discipline and internal organizational health.” He added that the program could be expanded to other city departments, sub-districts, villages, and schools, setting a positive example for other organizations. The Satpol PP hopes this initiative will not only serve as a preventative measure but also raise awareness among government employees about the importance of maintaining their health and preventing the risk of HIV and drug abuse in the workplace. This proactive approach aims to foster a culture of health and discipline within the agency and beyond. The city government plans to continue similar programs to ensure the continued health and productivity of its workforce.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy